Ketua PWI Madina Sarankan Penataan Arus Lalu Lintas di Sekitar RSUD Panyabungan

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal, Zamharir Rangkuti, baru-baru ini mengemukakan pentingnya penataan arus lalu lintas di sekitar RSUD Panyabungan. Usulan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien dan pengunjung rumah sakit, menciptakan suasana yang lebih kondusif dalam akses layanan kesehatan.
Pentingnya Penataan Arus Lalu Lintas
Pernyataan ini disampaikan oleh Zamharir saat sesi tanya jawab dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang membahas Sosialisasi dan Konsolidasi Rencana Strategis RSUD Panyabungan untuk periode 2025-2029. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula RSUD Panyabungan pada tanggal 9 April 2026. Dalam forum ini, perhatian utama tertuju pada bagaimana meningkatkan aksesibilitas rumah sakit bagi masyarakat.
Hambatan yang Dihadapi Pengunjung
Zamharir menyoroti sejumlah masalah yang mengganggu mobilitas kendaraan di depan RSUD Panyabungan. Salah satu faktor penyebabnya adalah keberadaan pedagang kaki lima dan parkir liar yang menghalangi arus lalu lintas. Menurutnya, kelancaran akses sangat penting dalam menunjang pelayanan publik yang optimal.
“Ketika saya masuk menggunakan mobil, saya mengalami kesulitan untuk melintas. Di sebelah irigasi, terdapat pedagang kaki lima, sedangkan di sisi lainnya ada parkir becak motor. Ini adalah saran dari saya agar ke depan arus lalu lintas dapat berjalan normal,” ungkap Zamharir.
Prioritas Kenyamanan Pengunjung
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kenyamanan pengunjung, baik yang datang untuk berobat maupun yang ingin menjenguk keluarga, harus menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan ambisi RSUD Panyabungan untuk menjadi rumah sakit rujukan yang utama di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Dukungan terhadap Visi RSUD Panyabungan
Zamharir juga menegaskan dukungannya terhadap visi RSUD Panyabungan untuk menjadi fasilitas kesehatan yang unggul, profesional, dan responsif. “Semoga visi untuk menjadi rumah sakit rujukan utama di kawasan Tabagsel dapat terwujud dengan dukungan dari semua pihak, sebagai kontribusi untuk Madina Maju Madina Madani pada tahun 2029,” harapnya.
Tanggapan RSUD Panyabungan
Menanggapi masukan yang disampaikan oleh Ketua PWI, Direktur RSUD Panyabungan, dr. Muhammad Rusli Pulungan, menyatakan bahwa usulan tersebut sangat konstruktif dan perlu ditindaklanjuti. “Saya memandang apa yang disampaikan ini sebagai kritik yang membangun,” jelasnya.
Dr. Rusli juga menegaskan komitmennya untuk sinergi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam upaya mempercepat transformasi rumah sakit, tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dukungan Kemenkes untuk RSUD Panyabungan
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dukungan dari Kemenkes untuk RSUD Panyabungan tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup pengadaan alat kesehatan modern. Saat ini, RSUD Panyabungan telah mendapatkan alokasi dana sebesar Rp50 miliar untuk pengadaan tiga alat medis utama.
- Catheterization Laboratory (Cath Lab)
- CT Scan
- Mamografi
Pendanaan Tambahan dan Komitmen Pelayanan Kesehatan
Selain itu, dr. Rusli mengungkapkan adanya tambahan dana melalui Bantuan Presiden (Banpres) yang mencapai sekitar Rp22 miliar. Nota kesepakatan untuk bantuan ini telah ditandatangani sebelum Idul Fitri dan akan dialokasikan untuk memperkuat fasilitas alat kesehatan lebih lanjut.
“RSUD Panyabungan berkomitmen untuk menjaga kepercayaan Kemenkes dengan berpegang pada standar nasional, sehingga mampu menyediakan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi bagi masyarakat Mandailing Natal,” tegasnya.
